- Apa itu loudness meter?
- Loudness meter mengukur seberapa keras audio dipersepsikan, dalam LUFS, menggunakan standar ITU-R BS.1770 / EBU R128. Yang ini juga melaporkan true peak, loudness range, dan crest factor, serta menggambar waveform, semuanya di browser Anda.
- Apakah gratis?
- Ya. Loudness meter ini sepenuhnya gratis, tidak perlu pendaftaran, dan berjalan seluruhnya di browser Anda. Audio Anda didekode secara lokal dan tidak pernah diunggah ke server.
- LUFS berapa yang harus saya targetkan?
- Sebagian besar layanan streaming (Spotify, YouTube, Apple Music) menormalkan ke sekitar -14 LUFS, podcast sering menargetkan -16 LUFS, dan siaran mengikuti -23 LUFS (EBU R128). Meter menunjukkan seberapa jauh lagu Anda dari target streaming -14.
- Apa beda antara LUFS dan dB?
- dBFS mengukur level sinyal mentah dari masing-masing sample, seperti peak. LUFS mengukur loudness yang dipersepsikan dari waktu ke waktu dengan pembobotan frekuensi, sehingga jauh lebih sesuai dengan seberapa keras sebuah lagu benar-benar terdengar bagi pendengar.
- Apa itu true peak dan mengapa headroom penting?
- Peak adalah sample paling keras dalam dBFS. Menyisakan headroom di bawah 0 dBFS mencegah clipping, karena codec lossy dapat menaikkan peak saat diputar. Meter ini melaporkan sample peak agar Anda bisa menilai seberapa banyak headroom yang dipertahankan master Anda.
- Apakah loudness range sama dengan dynamic range?
- Keduanya berkaitan. Loudness range (LRA) menggambarkan seberapa banyak loudness yang dipersepsikan bervariasi di sepanjang lagu; crest factor membandingkan peak dengan level rata-rata. Bersama-sama keduanya memberi tahu Anda apakah sebuah master dinamis atau dikompres berat.
- File audio apa saja yang bisa saya pakai?
- Format umum termasuk MP3, WAV, M4A, FLAC, dan OGG. File didekode dengan Web Audio API langsung di browser Anda, jadi diukur secara lokal dan tidak ada yang diunggah.